ALANGKAH sedihnya ketika anak-anak yang sedang senang-senangnya bermain tiba-tiba menangis karena terjatuh. Lebih-lebih jika mengalami luka. Ups tapi jangan terlalu cemas, jika luka tersebut cuma luka ringan andapun bisa menanganinya dengan baik. Asal tahu caranya. Berikut ini tips merawat luka ringan pada anak, dan tekhnisnya juga bisa dilakukan untuk orang dewasa juga loooh.
- Tenangkan anakAnak-anak biasanya akan menangis ketika mengalami luka, sebagian bahkan akan meraung-raung atau menjerit-jerit. Tangisan itu merupakan kombinasi dari rasa sakit, rasa takut atau cemas dan minta perhatian. Sebelum dapat mengatasi lukanya, tenangkan dulu anak Anda agar secara psikologis merasa aman dan terlindungi. Setelah tenang, barulah Anda bisa melakukan tindakan selanjutnya.
- Cuci tangan AndaSebelum melakukan perawatan, basuh kedua tangan Anda dengan air bersih dan sabun. Hal ini mencegah penularan kuman dari tangan Anda.
- Bersihkan lukaBila anak jatuh di tanah atau tempat berpasir, kemungkinan lukanya kotor. Bersihkan luka dengan air agar semua pasir dan tanah yang mengotori terbasuh sepenuhnya untuk mencegah infeksi, lakukan dengan perlahan dari bagian dalam luka ke luar. Air yang digunakan bisa air jernih dari kran atau lebih baik lagi bila air matang yang steril. Anda dapat membuang kotoran yang tersisa menggunakan kasa steril yang dibasah
- Terapkan antisepticSetelah luka benar-benar bersih, terapkan cairan antiseptic pada luka. Antiseptik yang biasa dipakai umumnya adalah yang berbasis povidone iodine. Sebaiknya tidak memakai antiseptik yang mengandung alkohol karena dapat membuat luka terasa lebih perih. Oya anda bisa men ggunakan cara tradisional yang terbukti efektif dan memberikan rasa nyaman pada anak daripada dengan antiseptik iodine, yaitu dengan menggunakan daun bandotan, caranya daun bandotan secukupnya (3-5helai)yang baru dipetik dicuci bersih dengan air. Bisa dicuci dengan air mengalir kemudian dibilas dengan air steril atau aqua, dalam keadaan basah, daun tersebut ditumbuk atau bisa juga di "pusus" remas dengan cara kedua telapak tangan anda saling menggosok dan daun ada di dalamnya. Dalam keadaan basah teteskan air daun tersebut dan usahakan ada daun yang utuh untuk digunakan menutup luka sampai daun tersebut kering. Catatan ini untuk luka kecil aatau lecet saja.
- Perban luka bila perluLuka biasanya lebih cepat sembuh jika dibiarkan terbuka. Namun, seringkali luka perlu juga ditutup untuk menghindari terkena kotoran, terutama bila anak Anda sangat aktif dan lingkungannya banyak debu dan kotoran. Gunakan perban yang tidak lengket pada luka agar mudah dilepaskan dan diganti tanpa menimbulkan luka baru, perban yang kedap air dapat membuat anak tetap bisa mandi. Perban harus diganti minimal setiap dua hari sekali agar tidak kotor dan lembab atau basah.
- Biarkan luka mengeringJaga luka dari benturan. Jangan mencabut atau menggaruk keropeng setelah terbentuk, meskipun penampilannya terlihat jelek. Itu adalah lapisan steril yang melindungi luka dari infeksi ketika dalam proses penyembuhan. Gatal di sekitar luka adalah hal yang baik, karena menandakan bahwa proses penyembuhan sedang berlangsung.
- Bawa ke perawat terdekat bila perluJika anda khawatir apakah luka pada anak sudah bersih atau belum, atau anda tidak berani membersihkan luka pada anak karena tidak tega atau khawatir tidak bisa bersih maka bawalah anak ke perawat terdekat untuk mendapatkan perawatan luka yang lebih baik. Dengan ilmu dan keterampilan yang dimilikinya biasanya perawat akan dapat membersihkan luka dengan lebih baik. Dengan demikian risiko terjadinya infeksi akan lebih kecil dan kemungkinan luka akan lebih cepat sembuh.
- Bawa kedokter bila infeksi
Langkah-langkah di atas biasanya sudah cukup untuk menyembuhkan luka. Namun, ada kalanya anak perlu dibawa ke dokter untuk perawatan lebih lanjut bila menunjukkan tanda-tanda infeksi, seperti :
Abang (merah) yaitu tanda kemerahan di sekitar lukaAbuh (bengkak) yaitu adanya pembengkakan pada area luka. Atau bisa juga ada pembengkakan di daerah kelenjar limfa, yang bisa diketahui di selangkangan, leher atau ketiak, biasanya tergantung yang terdekat dengan luka daerah manaAnget (hangat) yaitu adanya peningkatan suhu pada daerah sekitar luka, kalau diraba akan terasa lebih hangat daripada daerah tubuh lainya. Atau badan demam menggigil suhu tubuh diatas 38o CAduh (Kesakitan) semakin lama bukanya semakin ringan namun malah justru kalau disentuh akan terasa nyeriAir yaitu keluarnya cairan pada luka lebih khusus lagi cairan berupa nanah.Ambu (bau) yaitu adanya bau tak sedap pada luka atau bau busuk
Kalau saya admin "Perawat Tua"menyebutnya 6 A. Sebebenarnya tanda 4 A 1-4 diatas saja sudah cukup untuk menyimpulkan bahwa luka telah mengalami infeksi, tapi tidak menutup kemungkinan akan bertambah 2 A lagi.
Luka yang terinfeksi biasanya dapat disembuhkan dengan pemberian antibiotic untuk beberapa hari.
Waspada tetanus
Bakteri tetanus (clostridium tetani) dapat masuk ke dalam luka yang tidak terawat dengan baik. Setelah berkembang biak, mereka mengeluarkan racun yang membuat otot-otot menjadi kejang. Otot pertama yang kejang adalah di bagian rahang, sehingga mulut tidak dapat dibuka. Itulah mengapa tetanus sering disebut sebagai kejang mulut. Otot-otot lain dalam tubuh juga akan kejang sehingga penderita tidak bisa bergerak. Bahaya mengancam ketika kejang membuat organ-organ vital tubuh gagal berfungsi.
Bila Anda mendapati tanda-tanda infeksi tetanus, segeralah membawa anak Anda ke rumah sakit. Tetanus perlu dirawat secara intensif di rumah sakit yang memiliki alat bantu pernapasan dan peralatan penunjang lainnya.
No comments:
Post a Comment